Spesifikasi UPS untuk server perlu disesuaikan dengan total beban listrik, kebutuhan waktu backup, kualitas daya, dan karakteristik perangkat yang dilindungi. Pemilihan UPS yang tepat membantu menjaga server tetap menyala saat listrik terganggu dan memberikan waktu untuk melakukan pemadaman sistem secara aman. Untuk fasilitas yang menggunakan genset, integrasi keduanya juga perlu diperhitungkan sebagai bagian dari perencanaan sistem cadangan listrik.
Table of Contents
ToggleSpesifikasi UPS yang Perlu Diperhatikan

Pada server, UPS membantu mengurangi risiko gangguan akibat listrik padam, tegangan tidak stabil, atau perubahan pasokan daya. Perangkat ini juga dapat memberikan waktu bagi administrator untuk mematikan server secara terkontrol atau menunggu sumber daya cadangan lain mengambil alih, selama kapasitas dan konfigurasi sistem mendukungnya.
1. Kapasitas Daya dalam VA dan Watt
Kapasitas UPS dinyatakan dalam VA (daya semu) dan W (daya aktif), yang keduanya tidak boleh dilampaui. Untuk menentukan kapasitas yang sesuai, jumlahkan konsumsi daya server, perangkat penyimpanan, switch jaringan, dan perangkat lain yang dilindungi, lalu pilih UPS dengan kapasitas keluaran yang mencukupi serta ruang cadangan untuk mengantisipasi peningkatan beban.
2. Runtime atau Durasi Backup
Runtime adalah perkiraan durasi UPS menyuplai listrik dari baterai saat listrik utama terputus. Waktunya bergantung pada kapasitas dan kondisi baterai, besarnya beban, serta karakteristik UPS. Tentukan runtime sesuai kebutuhan operasional dan gunakan kurva runtime dari produsen berdasarkan beban aktual, baik untuk mematikan server dengan aman maupun menunggu genset beroperasi.
3. Tipe UPS dan Kualitas Daya
UPS memiliki tiga topologi utama, yaitu standby untuk perlindungan dasar, line-interactive dengan pengaturan tegangan, dan online double-conversion yang menjaga kualitas daya lebih konsisten. Untuk server penting, UPS online dapat dipertimbangkan dengan memperhatikan kebutuhan beban, kompatibilitas perangkat, efisiensi, biaya, dan rekomendasi produsen.
4. Bentuk Fisik dan Instalasi
UPS tersedia dalam bentuk tower untuk penempatan di lantai atau rack-mount untuk dipasang pada rak server. Pemilihan perlu mempertimbangkan ruang, berat, sirkulasi udara, dan kemudahan pemeliharaan. Periksa juga jenis outlet, kebutuhan daya, serta proteksi listrik agar instalasi sesuai spesifikasi dan aman digunakan.
Bagaimana Cara Menentukan Kapasitas UPS untuk Server?
Perhitungan kapasitas sebaiknya dimulai dari kebutuhan listrik aktual, bukan perkiraan jumlah server saja. Sebagai contoh, jika total beban perangkat adalah 800 watt, UPS harus mampu menyediakan daya aktif di atas kebutuhan tersebut dengan margin yang memadai. Nilai VA kemudian diperiksa berdasarkan faktor daya keluaran UPS yang dipilih.
Berikut tahapan awal yang dapat digunakan untuk menyusun kebutuhan teknis:
- Catat konsumsi daya setiap server dan perangkat jaringan yang akan dilindungi.
- Jumlahkan seluruh beban dalam watt berdasarkan kebutuhan operasi yang realistis.
- Tentukan margin kapasitas sesuai rencana pengembangan dan karakteristik beban.
- Tetapkan runtime yang diperlukan berdasarkan prosedur pemadaman atau waktu perpindahan ke genset.
- Bandingkan spesifikasi keluaran, kurva runtime, fitur monitoring, dan kebutuhan instalasi dari beberapa model UPS.
Angka kapasitas akhir tetap harus diverifikasi menggunakan lembar spesifikasi produsen. Perhitungan sederhana belum memperhitungkan seluruh kondisi seperti lonjakan beban, faktor daya perangkat, kebutuhan redundansi, atau karakteristik baterai.
Apa Perbedaan UPS dan Genset?
UPS dan genset memiliki fungsi yang saling melengkapi. UPS menyediakan daya cadangan secara cepat melalui baterai, sedangkan genset menghasilkan listrik menggunakan mesin penggerak. UPS umumnya berfungsi menjembatani gangguan listrik jangka pendek, sementara genset dapat mendukung operasi lebih lama selama bahan bakar dan kondisi operasional mencukupi.
Dalam sistem server yang menggunakan genset, perencanaan perlu mencakup waktu start-up genset, perpindahan sumber daya, kompatibilitas karakteristik keluaran, dan kapasitas beban. Jangan menganggap setiap UPS otomatis kompatibel dengan setiap genset. Pengujian sistem terintegrasi dan rekomendasi produsen diperlukan untuk mengurangi risiko gangguan saat perpindahan daya. Informasi mengenai sistem UPS dan genset dapat menjadi salah satu acuan awal untuk memahami kebutuhan kedua perangkat tersebut.
Hal yang Perlu Diperiksa Sebelum Pengadaan UPS
Sebelum memilih produk, susun spesifikasi teknis yang sesuai dengan kebutuhan operasional. Selain kapasitas dan runtime, pertimbangkan garansi, ketersediaan baterai pengganti, kemudahan pemantauan, dukungan komunikasi untuk shutdown otomatis, serta layanan pemeliharaan yang tersedia.
Gunakan daftar pemeriksaan berikut sebagai dasar evaluasi:
- Kapasitas keluaran: Pastikan nilai watt dan VA sesuai dengan beban.
- Runtime: Periksa durasi backup pada persentase beban yang relevan.
- Topologi UPS: Sesuaikan jenis UPS dengan kebutuhan kualitas daya.
- Kompatibilitas instalasi: Periksa tegangan, frekuensi, outlet, dan kondisi instalasi.
- Fitur monitoring: Evaluasi alarm, pemantauan, dan komunikasi dengan server.
- Dukungan purnajual: Periksa garansi, dukungan teknis, dan kebutuhan penggantian baterai.
- Integrasi genset: Pastikan kompatibilitas jika UPS digunakan bersama sumber listrik cadangan.
Untuk instansi pemerintah, periksa juga kesesuaian spesifikasi dengan dokumen perencanaan dan mekanisme pengadaan yang berlaku. Apabila akan menggunakan Katalog Elektronik, verifikasi ketersediaan produk, spesifikasi, penyedia, dan ketentuan transaksi melalui kanal resmi. Tidak semua produk atau penyedia otomatis tersedia dalam katalog.
Peran Penyedia Genset E-Katalog LKPP dalam Kebutuhan Daya Server
Ketika fasilitas server membutuhkan sumber listrik cadangan jangka panjang, pencarian penyedia genset e-katalog LKPP dapat menjadi bagian dari proses perencanaan pengadaan. Namun, UPS dan genset bukan perangkat yang saling menggantikan. Keduanya perlu dinilai berdasarkan fungsi, kebutuhan beban, durasi operasi, serta rancangan kelistrikan fasilitas.
Calon pembeli perlu membandingkan spesifikasi teknis, kebutuhan instalasi, dukungan purnajual, dan persyaratan pengadaan sebelum menentukan pilihan. Untuk transaksi pemerintah, gunakan informasi pada Katalog Elektronik INAPROC dan regulasi resmi yang berlaku sebagai rujukan. Pastikan pula bahwa produk dan penyedia yang dipilih benar-benar memenuhi kebutuhan serta ketentuan pengadaan.
Memilih Solusi Daya yang Sesuai Kebutuhan
UPS yang tepat membantu menjaga kontinuitas layanan server, melindungi proses kerja, dan menyediakan waktu untuk menangani gangguan listrik. Karena itu, kapasitas watt dan VA, runtime, topologi, instalasi, serta kompatibilitas dengan genset perlu dievaluasi sebagai satu kesatuan, bukan dipilih secara terpisah.
San Amerta Romora dapat dijadikan titik kontak untuk menanyakan informasi lebih lanjut sesuai kebutuhan pengadaan Anda. Informasi mengenai layanan genset dan UPS dapat ditanyakan untuk membantu mengidentifikasi pilihan yang sesuai. Sebelum menghubungi tim terkait, siapkan data beban listrik, durasi backup yang dibutuhkan, lokasi instalasi, dan kebutuhan penggunaan genset agar diskusi awal lebih terarah. Konfirmasikan terlebih dahulu ketersediaan produk dan cakupan layanan yang relevan.
FAQ Seputar Spesifikasi UPS untuk Kebutuhan Server
Apakah UPS online lebih baik untuk server?
UPS online double-conversion dapat memberikan pengendalian kualitas daya yang lebih konsisten. Kesesuaiannya tetap bergantung pada kebutuhan beban, tingkat kritis layanan, biaya, efisiensi, dan rancangan kelistrikan.
Berapa lama UPS dapat menyalakan server saat listrik padam?
Durasi backup bergantung pada kapasitas dan kondisi baterai, beban aktual, serta model UPS. Gunakan data runtime produsen dan lakukan pengujian sesuai prosedur pemeliharaan.
Apakah UPS dapat digunakan bersama genset?
Ya, UPS dapat menjadi sumber daya sementara ketika genset mulai beroperasi. Namun, kompatibilitas keduanya, waktu perpindahan, karakteristik tegangan, dan frekuensi perlu diperiksa serta diuji.
Bagaimana cara mencari penyedia genset melalui E-Katalog LKPP?
Gunakan Katalog Elektronik INAPROC untuk mencari produk, memeriksa spesifikasi, dan meninjau informasi penyedia. Pastikan ketersediaan produk serta ikuti ketentuan pengadaan yang berlaku bagi instansi Anda.





