Dalam beberapa tahun terakhir, sepeda listrik (Electric Bike atau E-Bike) telah menjadi fenomena mobilitas di Indonesia. Kendaraan ini menawarkan solusi transportasi yang ramah lingkungan, efisien, dan yang paling penting, ekonomis. Dengan harga yang semakin terjangkau, sepeda listrik menjadi pilihan favorit bagi pelajar, ibu rumah tangga, dan pekerja kantoran untuk commuting jarak pendek hingga menengah di perkotaan.
Panduan ini akan membedah semua yang perlu Anda ketahui sebelum membeli di tahun 2025.
Table of Contents
ToggleSepeda Listrik vs. Motor Listrik

Memahami perbedaan mendasar antara kedua jenis kendaraan listrik ini sangat penting, terutama terkait regulasi penggunaan di jalan raya.
Apa perbedaan sepeda listrik dan motor listrik?
| Fitur | Sepeda Listrik (E-Bike) | Motor Listrik (E-Motor) |
| Kecepatan Maksimal | Maksimal 25 km/jam | Di atas 35-40 km/jam |
| Daya Motor | Maksimal 350 Watt (W) | Di atas 500 Watt (W) |
| Penggunaan Pedal | Masih dilengkapi pedal dan bisa dikayuh. | Tidak ada pedal/pedal hanya formalitas. |
| Regulasi (Mengacu Permenhub No. 44 Tahun 2020) | Tidak wajib SIM dan STNK, diizinkan di jalur khusus/pemukiman. | Wajib SIM dan STNK (dianggap sebagai kendaraan bermotor). |
Secara sederhana, didesain untuk kecepatan rendah dan masih mempertahankan fungsi pedal, sementara motor listrik dirancang untuk kinerja tinggi di jalan raya.
Baca Juga : Review Aima Sepeda Listrik 2025
Spesifikasi Kunci yang Harus Diperhatikan
Baterai dan Jarak Tempuh
Tahan berapa lama baterainya?
Daya tahan baterai diukur dari jarak tempuh (range) yang mampu dicapai.
- Tipe Baterai: Mayoritas menggunakan Sealed Lead-Acid (SLA) untuk model termurah, atau Lithium-Ion untuk model yang lebih baik (lebih ringan dan umur pakai lebih panjang).
- Jarak Tempuh (Range): Sepeda listrik entry-level umumnya memiliki jarak tempuh 30 km hingga 45 km per pengisian penuh. Model yang lebih mahal dengan baterai Lithium-Ion bisa mencapai 50 km hingga 80 km.
- Umur Baterai: Baterai SLA umumnya memiliki umur pakai 1-2 tahun, sementara Lithium-Ion bisa mencapai 3-5 tahun atau sekitar 500-1000 siklus pengisian.
Daya Motor dan Kecepatan Maksimal
Motor listrik menentukan kemampuan akselerasi dan daya angkut. Sepeda listrik umumnya memiliki daya motor antara 250 Watt hingga 350 Watt, yang secara regulasi membatasi kecepatan maksimalnya hingga 25 km/jam.
Simak Juga! Ulasan Lengkap Aviator Ebike
Aturan dan Regulasi Penggunaan di Jalan Raya
Apakah sepeda listrik butuh SIM dan STNK?
Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 44 Tahun 2020:
- Sepeda listrik TIDAK WAJIB memiliki SIM dan STNK, karena dikategorikan sebagai Kendaraan Tertentu yang Menggunakan Penggerak Motor Listrik.
- Pembatasan Penggunaan: Sepeda listrik hanya diizinkan beroperasi di jalur sepeda, jalur khusus, dan kawasan tertentu (seperti area pemukiman atau wisata).
- Syarat Pengendara: Wajib menggunakan helm, berusia minimal 12 tahun (jika di bawah 15 tahun harus didampingi), dan tidak boleh mengangkut penumpang (kecuali dilengkapi tempat duduk penumpang resmi).
Kisaran Harga Sepeda Listrik Terbaru 2025
Berapa harga sepeda yang paling murah dan bagus?
Harga menjadi daya tarik utama.
| Segmen | Merek & Model Khas | Spesifikasi Khas | Kisaran Harga (Rp) |
| Termurah/ Entry-Level | Genio, Exotic, U-Winfly | Baterai SLA, Motor 350W, Range 30-40 km | Rp 3.500.000 – Rp 5.000.000 |
| Mid-Range | Selis, Pacific, Polygon | Baterai SLA/Lithium-Ion, Motor 500W, Range 40-50 km | Rp 5.500.000 – Rp 8.000.000 |
| High-End | Polytron, Sepeda Lipat Listrik | Baterai Lithium-Ion, Motor >500W, Desain Premium | Di atas Rp 8.000.000 |
Model sepeda yang paling murah dan bagus adalah yang berada di kisaran Rp 4 jutaan dengan motor 350W dan range minimal 35 km, seperti dari merek Genio atau Exotic.
Wajib Tahu! Cara Pilih Charger Ebike Terbaik
Rekomendasi Merek Populer
- Genio & Exotic: Pilihan terbaik untuk budget ketat, menawarkan harga termurah dengan value yang memadai.
- Pacific & Selis: Dikenal dengan range model yang luas dan kualitas build yang solid di segmen mid-range.
- Polytron: Merek elektronik besar yang menawarkan ebike dengan kualitas baterai dan desain yang lebih premium.
Kesimpulan
Sepeda listrik adalah jawaban modern untuk mobilitas perkotaan yang padat, menawarkan efisiensi biaya dan kemudahan penggunaan tanpa rumitnya regulasi motor listrik. Kunci dalam memilih adalah menyesuaikan range baterai dengan kebutuhan commuting harian Anda dan memastikan spesifikasi motor tidak melanggar batasan kecepatan 25 km/jam.
Kunjungi e-katalog San Amerta Romora untuk melihat koleksi Sepeda Listrik dan temukan model yang paling efisien untuk mobilitas harian Anda hari ini!
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Berapa harga sepeda listrik yang paling murah dan bagus?
Harga sepeda yang paling murah dan bagus berada di kisaran Rp 3.500.000 hingga Rp 5.000.000 (2025). Merek seperti Genio dan Exotic menawarkan model entry-level dengan range 30-40 km yang dianggap bagus untuk harga tersebut.
Apa perbedaan sepeda listrik dan motor listrik?
Perbedaan utama adalah kecepatan maksimal dan regulasi. Sepeda listrik dibatasi hingga 25 km/jam dan tidak wajib SIM/STNK. Motor listrik memiliki kecepatan lebih tinggi dan wajib SIM/STNK.
Sepeda listrik tahan berapa lama baterainya?
Rata-rata sepeda listrik entry-level memiliki jarak tempuh 30 km hingga 45 km per pengisian penuh. Umur pakai baterai SLA adalah 1-2 tahun, sementara baterai Lithium-Ion bisa mencapai 3-5 tahun.
Apakah sepeda listrik butuh SIM dan STNK?
TIDAK, berdasarkan Permenhub No. 44 Tahun 2020, sepeda (dengan kecepatan maks. 25 km/jam) tidak wajib memiliki SIM dan STNK, namun pengguna wajib memakai helm dan hanya beroperasi di jalur/kawasan tertentu.

