Pengadaan gembok motor dan alarm untuk Polri dilakukan melalui platform Inaproc (Indonesia Procurement) sebagai sistem e-katalog resmi pemerintah, guna memenuhi kebutuhan keamanan kendaraan dinas operasional di seluruh satuan kerja Kepolisian Republik Indonesia mulai dari Polsek, Polres, hingga Polda dengan anggaran yang transparan, terstandarisasi, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai regulasi pengadaan barang/jasa pemerintah yang berlaku.
Table of Contents
ToggleApa Itu Pengadaan Gembok Motor dan Alarm Lewat Inaproc ?

Inaproc adalah platform pengadaan barang dan jasa pemerintah yang dikelola oleh LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). Di dalamnya, instansi seperti Polri bisa memilih produk alat keamanan kendaraan — termasuk gembok motor dan alarm — langsung dari vendor terverifikasi, dengan harga yang sudah tercantum secara terbuka.
Proses ini menggantikan pengadaan konvensional yang cenderung panjang dan rawan manipulasi. Dengan e-katalog, pejabat pengadaan (PPK/Pokja) cukup memilih produk, verifikasi spesifikasi, lalu menerbitkan pesanan secara digital.
Spesifikasi Teknis Gembok Motor untuk Kebutuhan Polri
Tidak semua gembok cocok untuk pengadaan instansi kepolisian. Ada standar minimum yang biasanya menjadi acuan dalam dokumen teknis pengadaan gembok motor:
Spesifikasi Gembok Cakram / Disc Lock
| Parameter | Standar Minimum |
|---|---|
| Material body | Zinc alloy / stainless steel grade tinggi |
| Diameter shackle | ≥ 10 mm |
| Mekanisme kunci | Double locking / anti-pick |
| Ketahanan cuaca | IP65 (weatherproof) |
| Warna | Kuning / oranye (visibilitas tinggi) |
| Berat | 150–300 gram |
Spesifikasi Alarm Motor
| Parameter | Standar Minimum |
|---|---|
| Tegangan kerja | 12V DC |
| Tingkat kebisingan alarm | ≥ 110 dB |
| Sensitivitas sensor getar | Adjustable 3–5 level |
| Remote frequency | 433 MHz / 315 MHz |
| Jangkauan remote | ≥ 30 meter |
| Fitur tambahan | Engine cut-off, auto arm, LED indicator |
Spesifikasi ini penting karena menjadi dasar evaluasi teknis dalam proses pengadaan gembok motor. Vendor yang masuk e-katalog Inaproc wajib memenuhi standar tersebut dan bisa diverifikasi langsung oleh panitia pengadaan.
Kisaran Harga Gembok Motor dan Alarm di Pengadaan Pemerintah

Salah satu keuntungan pengadaan melalui Inaproc adalah transparansi harga. Berikut kisaran umum yang beredar di pasar pengadaan gembok motor:
Harga Gembok Motor (per unit)
- Gembok disc lock standar: Rp 150.000 – Rp 350.000
- Gembok disc lock premium (anti-cut): Rp 400.000 – Rp 800.000
- Gembok rantai motor: Rp 200.000 – Rp 600.000
- Gembok stang / handlebar lock: Rp 180.000 – Rp 450.000
Harga Alarm Motor (per unit)
- Alarm motor basic (1 remote): Rp 250.000 – Rp 500.000
- Alarm motor + GPS tracker: Rp 700.000 – Rp 1.500.000
- Alarm motor dengan engine immobilizer: Rp 500.000 – Rp 1.200.000
Catatan: Harga di atas adalah kisaran umum. Harga aktual di e-katalog Inaproc bisa berbeda tergantung vendor, spesifikasi, dan volume pemesanan. Pembelian dalam jumlah besar (bulk order) umumnya mendapatkan harga yang lebih kompetitif.
Mekanisme Pengadaan Gembok Motor untuk Polri via Inaproc
Proses pengadaan alat keamanan kendaraan di lingkungan Polri umumnya mengikuti alur berikut:
Tahapan Pengadaan
- Identifikasi kebutuhan — Satker menyusun rencana kebutuhan barang unit (RKBU) termasuk spesifikasi gembok dan alarm yang dibutuhkan
- Penganggaran — Kebutuhan masuk dalam DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) masing-masing satuan kerja
- Pemilihan di e-katalog — PPK mengakses Inaproc, mencari produk sesuai spesifikasi dan membandingkan harga antar vendor
- Negosiasi harga — Jika volume besar, negosiasi langsung dengan vendor dimungkinkan
- Penerbitan SPPBJ — Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa diterbitkan setelah sepakat
- Pengiriman dan serah terima — Barang dikirim, dicek kesesuaian spesifikasi, lalu dibuat BAST (Berita Acara Serah Terima)
Anda bisa meninjau katalog produk secara lengkap melalui tautan inaproc San Amerta Romora di portal LKPP.
Kenapa Alat Keamanan Kendaraan Polri Harus Standar?
Kendaraan operasional Polri terutama sepeda motor patroli memiliki risiko keamanan tersendiri. Motor yang diparkir di lokasi lapangan rentan terhadap pencurian, terutama saat anggota sedang bertugas di luar kendaraan.
Gembok motor standar yang asal beli tidak menjamin perlindungan optimal. Untuk penggunaan instansi, produk wajib lolos uji ketahanan dan memiliki dokumen teknis yang bisa dipertanggungjawabkan saat audit.
Selain itu, penggunaan alarm motor dengan fitur engine cut-off terbukti efektif mengurangi risiko pencurian kendaraan dinas sebuah isu yang cukup serius di lingkungan kepolisian khususnya di daerah terpencil.
Pengalaman bertahun-tahun menjadikan san Amerta Romora pemimpin di bidang penyediaan jasa dan barang berkualitas.
FAQ: Pengadaan Gembok Motor dan Alarm untuk Polri
Apakah gembok motor bisa dibeli lewat e-katalog Inaproc? Ya. Gembok motor dan alarm kendaraan termasuk dalam kategori alat keamanan (security equipment) yang tersedia di e-katalog Inaproc, dengan berbagai pilihan vendor terverifikasi LKPP.
Berapa minimum order untuk pengadaan gembok motor di Inaproc? Tidak ada batasan minimum yang baku, namun secara praktik pengadaan di bawah Rp 50 juta bisa dilakukan dengan pembelian langsung (tanpa tender), sedangkan di atas angka tersebut mengikuti mekanisme yang lebih ketat.
Apakah vendor harus punya sertifikat khusus untuk jual alat keamanan ke Polri? Vendor wajib terdaftar di Inaproc/LKPP, memiliki SIUP yang relevan, dan produk dianjurkan memiliki sertifikasi SNI atau dokumen uji teknis dari lembaga terakreditasi.
Apa bedanya gembok biasa dengan gembok untuk pengadaan pemerintah? Dari sisi fisik mungkin mirip, tapi untuk pengadaan pemerintah, produk harus disertai dokumen teknis lengkap: spesifikasi resmi, garansi tertulis, dan kemampuan pengiriman ke seluruh wilayah Indonesia.





